Taipanqqbet.net Partner Sejati Untuk Permainan Kartu Anda :) I STATUS BANK : | BCA - ONLINE | MANDIRI - ONLINE | BNI - ONLINE | BRI - ONLINE | DANAMON - ONLINE | PERMATA - ONLINE | PANIN - ONLINE | Untuk LOGIN SITE Di HandPhone menggunakan Link : Taipanqqbet.net

Header Ads

Ratusan Imigran Bangladesh Diduga Korban Trafficking Ditemukan Disekap di Sebuah Ruko di medan


193 warga (WN) Bangladesh ditemukan ditahan di salah satu ruko di Jalan Pantai Barat, Medan, Selasa (19/3/2019) tadi malam.

Mereka dicurigai sebagai korban perdagangan orang atau perdagangan manusia.

Keberadaan Bangladesh WN pertama kali diketahui publik, sekitar yang mendengar suara dari dalam toko.
Suara itu diduga karena berteriak.
Warga juga melihat seseorang mengisyaratkan permintaan bantuan.

"Awalnya ada keributan, lalu dilaporkan ke kami," kata Kepala Lingkungan setempat, Bebi Anisa, Rabu (19/3/2019)

Warga dan kepala lingkungan kemudian bersama-sama menggedor toko.
Dua penjaga berusaha menutupi keberadaan WN Bangladesh.

"Kami mengatakan tidak bisa, ini manusia, bukan binatang. Ketika toko dibuka, kami menemukan 193 WN Bangladesh. Beberapa dari mereka dalam kondisi lemah," kata Bebi.

Tak lama kemudian, insiden itu dilaporkan ke polisi.


Pemilik toko tidak dapat menunjukkan dokumen imigrasi dan lisensi distribusi tenaga kerja.
Bahkan salah satu dari dua penjaga memilih untuk melarikan diri meninggalkan kerumunan.
Kemudian pengawas datang, meminta maaf karena tidak melaporkan.

"Dia mengatakan orang Bangladesh akan dikirim kembali ke negara mereka lagi," jelas Bebi.

Sementara itu, warga negara Bangladesh yang ditanyai menyatakan bahwa mereka telah berada di Indonesia selama sekitar empat bulan.

Beberapa masuk ke negara itu melalui saluran hukum seperti dari Jakarta dan Bali.
WN Bangladesh ini mengaku membayar sejumlah uang kepada agen.
Mereka dijanjikan pekerjaan di Malaysia.

Belakangan warga Bangladesh ini mulai sering tidak mendapatkan makanan dan minuman dari agen.
Hingga akhirnya Senin (19/3/2019) malam, mereka diangkut dengan truk dan ditempatkan di ruko.
Selanjutnya, setelah ketahuan, WN Bangladesh dievakuasi ke Medan Mapolrestabes, Rabu (19/3/2019) di pagi hari.

Mereka kemudian dikirim ke Kantor Imigrasi Kelas I Medan, Jalan Gatot Subroto.
Selanjutnya, 193 orang Indonesia ditempatkan di Rumah Detensi Imigrasi Medan di Belawan sambil menunggu penyelidikan lebih lanjut.

"Kami mengirimkannya ke Rumah Detensi Imigrasi karena ruang penahanan untuk Kantor Imigrasi Khusus Kelas 1 Medan tidak memungkinkan," kata Kepala Kantor Imigrasi Medan, Fery Monang Sihite.

Lebih lanjut, Fery menjelaskan bahwa 193 orang yang diamankan semuanya warga negara Bangladesh.

Imigrasi baru mengamankan 14 paspor dari tangan mereka.
Petugas juga masih menyelidiki bagaimana perekrutan ke-193 WN Bangladesh ini.
Pihak-pihak yang terlibat dalam pelanggaran imigrasi akan dilacak.

"Jika dokumennya lengkap, mungkin kita akan dideportasi dengan memblokir 193 imigran," kata Fery


Ruko di kawasan Kampung Lalang, Jalan Gatot Subroto, Medan, Sumatera Utara, ditemui warga pada Selasa (19/3/2019) malam.

Alasannya, penghuni yang terhindar dari keberadaan biasanya tidak berada di ruko.
Warga yang mulai curiga akhirnya membobol ruko (ruko).

Akibatnya, informasi yang dikumpulkan oleh Tribun Medan, setelah dihancurkan, warga terkejut bahwa lebih banyak imigran datang dari Bangladesh.

Diduga para imigran Bangladesh ini telah berada di gudang selama dua bulan.

Bahkan, beberapa warga di sana tampaknya menyediakan makanan karena para imigran sedang menunggu kondisi.

Sayangnya tidak diketahui persis apa tujuan mereka di Medan.
Dikumpulkan di Mapolrestabes Medan

Saat berita ini diunggah, ratusan imigran ini telah dibawa ke Medan Mapolrestabes untuk pengumpulan data pada hari Rabu (02/6/2019) di pagi hari.

Pemantauan Tribun Medan di lokasi, banyak orang Bangladesh adalah laki-laki.
Setiap orang Bangladesh membawa tas yang hanya berisi pakaian.

Salah satu imigran bernama Mahbub (39) mengaku mengumumkan bahwa tidak ada tujuan di Indonesia karena semua orang ingin bekerja di Malaysia.

"Untuk usia 20 tahun ke atas. Dari Bangladesh kami punya satu kapal 27 orang. Semua kelompok. Kami telah dikurung oleh agen selama tiga bulan di Indonesia."

"Kita akan pergi ke Malaysia tetapi pergi ke Indonesia. Ada 20 hari, ada yang 3 bulan. Ada satu bulan."

"Kita semua memiliki paspor. Tapi semua yang terlibat adalah perangkat komunikasi."
"Kita semua digesek. Tujuannya adalah ke Malaysia, lalu memasuki Bali."

"Berangkat dari sana (Bangladesh), agen kami dikirim ke Bali. Dari Bali empat hari empat malam kami naik bus dan membawanya ke sini (Medan)."

Demikian dijelaskan Mahbub kepada Tribun Medan / Tribun-Medan.com di Medan Mapolrestabes, Rabu (19/3/2019) pagi.

Diberi makan

Setelah melakukan pengumpulan data, Petugas Kepolisian Medan menyediakan makanan dan minuman untuk para imigran Bangladesh.
"Lezat, Lezat," kata mereka sambil berterima kasih kepada polisi.

"Kami berharap pemerintah Indonesia memberikan bantuan untuk kembali ke negara asalnya, Bangladesh," kata Mahbub.

Sementara itu, Reskrim Polrestabes Medan AKBP Yudha Prawira Medan belum memberikan pernyataan resmi tentang temuan yang melibatkan warga Bangladesh.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.